Sponsored by :
Visitors: 51587 | Helpdesk: +62 812 2000 3929 - [email protected]

News

September 06, 2021
  • Bulletin

KOMPAS.com - LaLiga is working with JSFA to develop Indonesian grassroots football using the LaLiga methodology and Spanish football.

The commitment of LaLiga, the operator of the Spanish League's first and second tiers, to develop grassroots football and provide the best development program is realized through a partnership with the Jakarta School Football Association (JSFA).

This partnership aims to provide a competitive platform for schools in Jakarta and Indonesia for grassroots football development. The Jakarta School Football Association (JSFA) was founded in 1995 by a group of British International School parents with the aim of forming an inter-school Football Association of all ages in the Greater Jakarta area.

Since then, the Jakarta Schools Football League (JSFA) has grown from 6 schools and 12 teams at the time of its establishment into one of the largest school football competitions in the world.At present, nearly 200 teams from about 60 schools are registered, bringing together more than 3,000 players.

JSFA, whose management committee consists of three volunteer parents, is a not-for-profit organization that raises operating capital primarily from main support sponsors, Allianz (League) and Greenfields Milk (Cup), as well as other additional sponsorship and team registration fees.

Finances are managed exclusively by the British School Jakarta Foundation, which acts as the legal entity in which JSFA is located.

LaLiga has the same value as JSFA. Both sides strive for inclusion, team spirit, and social interaction as well as elements of healthy competition.

Respect, sportsmanship and fair play are the core values ​​of both parties.

Competition is required to not only develop their skills as soccer players, but also their character who upholds healthy competitive values.

Therefore, Indonesia needs to go further in providing a competitive platform for young people to emulate what has been successfully developed in Europe.

In the Blue Continent, this system is well implemented in all categories starting from the U-6 age category. The tournament is also expected to instill the methodology of LaLiga and Spanish football among the talents and young players participating in the tournament.“

LaLiga is aware that Indonesia has so many football talents throughout the country. With this collaboration, we want to support the development of Indonesian football from the grassroots level," said Rodrigo Gallego, Delegate of LaLiga Global Network, Indonesia.

"We hope this tournament can give children the feeling of playing in a real and professional tournament.

"Meanwhile, Kirk Evans, Board of Director of JSFA, said that this collaboration is an important moment in the history of their organization.

"We are very proud to announce an important moment in the history of JSFA, namely our partnership with LaLiga," he said.

"This partnership is a brilliant opportunity to develop the JSFA brand through football tournaments."

"This tournament is a great place to hone the skills of children from the age of 8 to 19, where girls and boys can play soccer regardless of their specific skill level."

"In addition, this tournament also allows them to play like in a professional football tournament.

"At the end of the tournament, there will be awards given to selected players and teams, such as best player, top scorer, best team, etc.

They will also receive prizes from sponsors, including PUMA and ROCA.

With this agreement, LaLiga is going further with its grassroots football development strategy in Indonesia, after establishing the LaLiga EDF Academy in Indonesia.

In addition, there are still various activities and projects with local football stakeholders, to develop Indonesian football.

Some of the activities that have been carried out include holding a coaching clinic, methodology courses, financial control courses, campaigns against piracy, and collaboration with Liga 1 and PSS Sleman.

Source: https://bola.kompas.com/read/2021/09/06/18200018/kerja-sama-laliga-dengan-jsfa-hadirkan-metodologi-sepak-bola-spanyol?page=all#page2

September 06, 2021
  • Bulletin

KOMPAS.com - LaLiga bekerja sama dengan JSFA untuk mengembangkan sepak bola akar rumput Indonesia dengan metodologi LaLiga dan sepak bola Spanyol.

Komitmen LaLiga, operator kasta pertama dan kedua Liga Spanyol, untuk mengembangkan sepak bola akar rumput dan memberikan program pengembangan terbaik diwujudkan melalui kerja sama dengan Jakarta School Football Association (JSFA).

Kemitraan ini bertujuan untuk menyediakan platform kompetitif bagi sekolah-sekolah di Jakarta dan Indonesia untuk pengembangan sepak bola akar rumput.

Jakarta School Football Association (JSFA) didirikan pada 1995 oleh sekelompok orang tua murid British International School dengan tujuan untuk membentuk Asosiasi Sepak Bola antarsekolah dari segala usia di wilayah Jabodetabek.

Sejak itu, Jakarta Schools Football League (JSFA) telah berkembang dari 6 sekolah dan 12 tim pada saat berdiri menjadi salah satu kompetisi sepak bola sekolah terbesar di dunia.

Sekarang ini, terdaftar hampir 200 tim dari sekitar 60 sekolah, yang mengumpulkan lebih dari 3.000 pemain.

JSFA, yang komite manajemennya terdiri dari tiga orang tua sukarelawan, adalah organisasi nirlaba yang memperoleh modal operasional terutama dari sponsor pendukung utama, Allianz (Liga) dan Greenfields Milk (Piala), serta sponsor tambahan lain dan biaya pendaftaran tim.

Keuangan dikelola secara eksklusif oleh British School Jakarta Foundation, yang bertindak sebagai badan hukum di mana JSFA berlokasi.

LaLiga memiliki nilai sama dengan JSFA. Kedua belah pihak memperjuangkan inklusi, semangat tim, dan interaksi sosial serta elemen kompetisi sehat. 

Respek, sikap sportif, dan permainan adil adalah nilai-nilai inti dari kedua belah pihak.

Kompetisi dituntut untuk tidak hanya mengembangkan keterampilan mereka sebagai pemain sepak bola, tetapi juga karakter mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai kompetitif sehat.

Oleh karena itu, Indonesia perlu melangkah lebih jauh dalam menyediakan platform kompetisi dari anak-anak muda untuk meniru apa yang telah berhasil dikembangkan di Eropa.

Di Benua Biru, sistem ini diterapkan dengan baik di semua kategori mulai dari kategori usia U-6. Turnamen ini juga diharapkan dapat menanamkan metodologi LaLiga dan sepak bola Spanyol di kalangan talenta dan pemain muda yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

“LaLiga sadar bahwa Indonesia memiliki begitu banyak talenta sepak bola di seluruh Tanah Air. Dengan kerja sama ini, kami ingin mendukung perkembangan sepak bola Indonesia dari tingkat akar rumput,” ujar Rodrigo Gallego, Delegate of LaLiga Global Network, Indonesia.

"Kami berharap turnamen ini dapat memberikan anak-anak perasaan bermain di turnamen yang nyata dan profesional." Sementara itu, Kirk Evans, Board of Director JSFA, mengutarakan kerja sama ini sebagai momen penting dalam sejarah organisasi mereka.

“Kami sangat bangga untuk mengumumkan momen penting dalam sejarah JSFA yaitu kemitraan bersama LaLiga," tuturnya. 

"Kemitraan ini merupakan sebuah peluang cemerlang untuk mengembangkan merek JSFA melalui turnamen sepak bola."

"Turnamen ini merupakan tempat tepat untuk mengasah keterampilan anak-anak dari usia di bawah 8 tahun hingga 19 tahun, di mana anak-anak perempuan dan laki-laki bisa bermain sepak bola terlepas tingkat keterampilan khusus yang mereka miliki."

"Selain itu, turnamen ini juga memungkinkan mereka untuk bermain seperti di turnamen sepak bola profesional.” 

Di akhir turnamen, akan ada penghargaan yang diberikan kepada pemain dan tim terpilih, seperti pemain terbaik, top skor, tim terbaik, dll.

Mereka juga akan menerima hadiah dari sponsor, termasuk PUMA dan ROCA. Dengan kesepakatan ini, LaLiga melangkah lebih jauh dengan strategi pengembangan sepak bola akar rumput di Indonesia, setelah mendirikan LaLiga EDF Academy di Indonesia.

Selain itu, masih ada berbagai kegiatan dan proyek dengan pemangku kepentingan sepak bola lokal, untuk mengembangkan sepak bola Indonesia.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan antara lain menggelar coaching clinic, kursus metodologi, kursus pengendalian keuangan, kampanye melawan pembajakan, dan kerja sama dengan Liga 1 dan PSS Sleman.

Sumber: https://bola.kompas.com/read/2021/09/06/18200018/kerja-sama-laliga-dengan-jsfa-hadirkan-metodologi-sepak-bola-spanyol?page=all#page2