Sponsored by :
Visitors: 51592 | Helpdesk: +62 812 2000 3929 - [email protected]

News

September 06, 2021
  • Bulletin

SKOR.id - Young Indonesian footballers have no less good talent and it attracted La Liga's attention and then bridged it with JSFA.

Yes, LaLiga is collaborating with JSFA to develop Indonesian grassroots football using the LaLiga methodology as well as Spanish football.

With qualified talent, LaLiga with one of their missions is ready to help develop grassroots football in Indonesia.

LaLiga is also ready to provide the best development programs, including grassroots football tournaments that follow a professional tournament system.

This commitment is realized through a recent cooperation agreement between LaLiga and the Jakarta School Football Association (JSFA).

This partnership aims to provide a competitive platform for schools in Jakarta and Indonesia for grassroots football development.

"LaLiga is aware that Indonesia has so many football talents throughout the country," said Rodrigo Gallego, Delegate of LaLiga Global Network, Indonesia.

"With this collaboration, we want to support the development of Indonesian football from the grassroots level," he added.

According to Rodrigo Gallego, they hope this tournament can give children the feeling of playing in a real and professional tournament.

Moreover, Rodrigo Gallego stated that the LaLiga event was prepared to develop its implementation not only in Jakarta, but in several other big cities in this country.

But what is certain, Rodrigo Gallego stressed that this does not necessarily make young Indonesian players have an easy opportunity to have a career in Europe, especially Spain.

However, LaLiga hopes that young players who have good talent will have more experience for their football.

"At a minimum, these young players will have more experience and have provisions when playing outside Indonesia," said Rodrigo Gallego.

"We don't guarantee that they can easily go to Europe, especially Spain, but provide them with important things if they end up trying their luck abroad."

"It could be, these young players in the future play in Malaysia, Thailand, or Japan and even Europe. This event can be an additional provision for them," he said.

For the Jakarta School Football Association (JSFA), this organization was founded in 1995 by a group of parents of British International School students.

They aim to form a football association between schools of all ages in the Greater Jakarta area. Since then, the JSFA has grown from 6 schools and 12 teams in 1995 to one of the largest school football competitions in the world.

Nearly 200 teams from about 60 schools and were able to gather more than 3,000 players. LaLiga has the same value as JSFA.

Both sides strive for inclusion, team spirit, and social interaction and elements of healthy competition.

Respect, sportsmanship and fair play are the core values ​​of both parties.

Competition is required to not only develop their skills as soccer players, but also their character who upholds healthy competitive values.

Therefore, Indonesia needs to go further in providing a competitive platform for young people to emulate what has been successfully developed in Europe.

Where, this system is well implemented in all categories starting from the U-6 age category.

The tournament is also expected to instill the methodology of LaLiga and Spanish football among the talents and young players participating in the tournament.

Source: https://www.skor.id/laliga-jembatani-bakat-pemain-muda-indonesia-via-kompetisi-jsfa-01393037

September 06, 2021
  • Bulletin

SKOR.id - Pesepak bola muda Indonesia memiliki bakat yang tak kalah bagus dan hal itu menarik perhatian La Liga lalu menjembataninya bersama JSFA.

Ya, LaLiga bekerja sama dengan JSFA untuk mengembangkan sepak bola akar rumput Indonesia dengan metodologi LaLiga serta sepak bola Spanyol.

Dengan bakat yang mumpuni, LaLiga dengan salah satu misi mereka siap membantu mengembangkan sepak bola akar rumput di Indonesia.

LaLiga pun siap memberikan program pengembangan terbaik, termasuk turnamen sepak bola akar rumput yang mengikuti sistem turnamen profesional.

Komitmen ini diwujudkan melalui kesepakatan kerja sama baru-baru ini antara LaLiga dan Jakarta School Football Association (JSFA).

Kemitraan ini bertujuan untuk menyediakan platform kompetitif bagi sekolah-sekolah di Jakarta dan Indonesia untuk pengembangan sepak bola akar rumput.

"LaLiga sadar bahwa Indonesia memiliki begitu banyak talenta sepak bola di seluruh Tanah Air," ujar Rodrigo Gallego, Delegate of LaLiga Global Network, Indonesia.

"Dengan kerja sama ini, kami ingin mendukung perkembangan sepak bola Indonesia dari tingkat akar rumput," ucapnya menambahkan.

Menurut Rodrigo Gallego, mereka berharap turnamen ini dapat memberikan anak-anak perasaan bermain di turnamen yang nyata dan profesional.

Apalagi, Rodrigo Gallego menyatakan jika ajang yang dipandegani LaLiga ini disiapkan untuk berkembang pelaksanaannya tak hanya di Jakarta, tetapi di beberapa kota besar negeri ini lainnya.

Namun yang pasti, Rodrigo Gallego menekankan hal ini tak serta merta menjadikan pemain muda Indonesia punya kesempatan mudah berkarier di Eropa khususnya Spanyol.

Hanya saja, LaLiga punya harapan para pemain usia muda yang punya bakat bagus punya pengalaman lebih untuk sepak bola yang ditekuninya.

"Minimal, para pemain muda ini bertambah pengalamannya dan punya bekal ketika bermain di luar Indonesia," tutur Rodrigo Gallego.

"Kami tak menjamin mereka bisa mudah ke Eropa khususnya Spanyol, melainkan membekali mereka dengan hal yang penting jika akhirnya akan mengadu nasib ke luar negeri."

"Bisa saja, para pemain muda ini pada masa depan main di Malaysia, Thailand, atau Jepang dan bahkan Eropa. Ajang ini bisa jadi tambahan bekal mereka," ujarnya.

Untuk Jakarta School Football Association (JSFA), organisasi ini didirikan pada 1995 oleh sekelompok orang tua murid British International School.

Mereka punya tujuan untuk membentuk asosiasi sepak bola antar sekolah dari segala usia di wilayah Jabodetabek. Sejak itu, JSFA telah berkembang dari 6 sekolah dan 12 tim pada 1995 menjadi salah satu kompetisi sepak bola sekolah terbesar di dunia.

Hampir 200 tim dari sekitar 60 sekolah dan mampu mengumpulkan lebih dari 3.000 pemain. LaLiga memiliki nilai yang sama dengan JSFA.

Kedua belah pihak memperjuangkan inklusi, semangat tim, dan interaksi sosial serta elemen kompetisi yang sehat.

Respek, sikap sportif, dan permainan yang adil adalah nilai-nilai inti dari kedua belah pihak.

Kompetisi dituntut untuk tidak hanya mengembangkan keterampilan mereka sebagai pemain sepak bola, tetapi juga karakter mereka yang menjunjung tinggi nilai-nilai kompetitif yang sehat.

Oleh karena itu, Indonesia perlu melangkah lebih jauh dalam menyediakan platform kompetisi dari anak-anak muda untuk meniru apa yang telah berhasil dikembangkan di Eropa.

Di mana, sistem ini diterapkan dengan baik di semua kategori mulai dari kategori usia U-6.

Turnamen ini juga diharapkan dapat menanamkan metodologi LaLiga dan sepak bola Spanyol di kalangan talenta dan pemain muda yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

Sumber: https://www.skor.id/laliga-jembatani-bakat-pemain-muda-indonesia-via-kompetisi-jsfa-01393037